Makanan
cepat saji (fast
food ) adalah makanan yang disiapkan segera
dalam waktu cepat, mudah disajikan, praktis, diolah dengan cara sederhana, dan
layanan cepat sehingga siap disantap segera. Ada banyak istilah makanan cepat
saji, seperti makanan fast food, junk food atau makanan siap saji.
Konotasi orang jika kita menyebutkan makanan cepat saji adalah makanan yang
umumnya diproduksi dengan teknologi tinggi.
Oleh
karenanya, pola yang ditawarkan oleh restoran makanan cepat saji adalah pola makan
orang-orang Barat. Maka, makanan cepat saji identik dengan makanan ala Barat
seperti burger, hotdog, fried chicken, milk shake, dan lain sebagainya.
Sudah
menjadi hal yang wajar jika remaja masa kini lebih memilih Fast food sebagai
menu favorit harian mereka.Alasan remaja lebih memilih menu fast food selain
karena mudah ditemukan dan cepat saji,fast food juga dianggap sebagai makanan
‘kekinian’ yang dianggap dapat meningkatkan gengsi mereka.Apalagi
di era seperti sekarang, dengan selfi bersama menu fast food yang lagi
viral, remaja merasa bangga memamerkan makanannya di sosial media dan berharap
mendapatkan like dan komentar yang banyak.
Bahaya makanan siap saji bagi tubuh, antara lain:
1.Menambah Berat Badan
Makanan
siap saji mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi
berlebihan, maka jenis makanan ini dapat cepat menambah berat badan. Orang yang
terlalu sering mengonsumsi makanan siap saji sangat rentan mengalami obesitas
2.Menyebabkan Kerusakan Gigi
Makanan
siap saji biasanya akan dihidangkan bersama minuman bersoda atau minuman manis
yang tinggi akan kandungan karbohidrat dan gula. Ketika minuman ini dikonsumsi,
bakteri yang berada di mulut Anda akan menghasilkan asam. Asam ini dapat
menghancurkan lapisan pelindung (enamel) gigi, sehingga menyebabkan gigi
berlubang.
3.Meningkatkan Risiko Terjadinya Gangguan
Pernapasan
Sebuah
penelitian mengatakan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji
setidaknya tiga kali seminggu akan berisiko terkena obesitas dan peningkatan
kekambuhan gejala asma. Sedangkan untuk orang dewasa, obesitas yang mengintai
dapat mengarah pada sesak napas, mengi, serta sleepapnea
4.Memperbesar Risiko Munculnya Kanker
Berbagai
riset kesehatan menemukan fakta bahwa pola makan tidak sehat dan kurang
olahraga turut berkontribusi dalam meningkatkan risiko seseorang terkena
kanker. Pola makan yang dimaksud adalah pola makan tinggi kalori dan lemak
serta rendah serat, termasuk makanan siap saji.
5.Gangguan Pencernaan
Minimnya
serat dalam makanan cepat saji dapat menimbulkan konstipasi alias susah buang
air besar. Selain minim serat, banyaknya sodium (garam) yang dikandung juga
bisa menyebabkan perut kembung dan terasa begah. Hal ini sangat mungkin terjadi
mengingat garam memiliki kemampuan menahan air.
6.Masalah Pada Otak
Makanan
cepat saji tidak hanya identik dengan kolesterol dan gula yang tinggi, namun
juga kaya akan zat pengawet tambahan. Kandungan zat aditif berbahaya ini bisa
menimbulkan masalah memori dan gangguan belajar. Penelitian juga menunjukkan
bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori, berkaitan
dengan peningkatan risiko terkena demensia
Bagaimana Cara Mengurangi Efek Buruk Makanan
Cepat Saji?
Beberapa
cara berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengurangi konsumsi makanan cepat
saji dengan tetap memelihara kesehatan:
1.Buat Menu Sehat
Ketika
perut lapar, kita pastinya ingin segera mengisi perut dengan makanan, tak terkecuali
makanan cepat saji. Karenanya, biasakan untuk membuat menu makanan sehat yang
dapat melengkapi kecukupan nutrisi Anda, sehingga tak perlu lagi menyantap
makanan cepat saji saat lapar. Tambahkan menu mkananan tersebut dengan buah dan
sayur, agar kebutuhan serat juga bisa tercukupi.
2.Kurangi Porsi
Makin
banyak Anda konsumsi makanan cepat saji, maka makin banyak karbohidrat, lemak,
gula, dan garam yang Anda konsumsi.
3.Banyak Minum Air Putih
Ubah
minuman Anda dari minuman berkarbonasi menjadi jus buah murni, susu rendah
lemak, atau air mineral. Saat tubuh mulai lapar, atau menjelang lapar,minum air
putih akan mengurangi rasa lapar sehingga dorongan untuk mencicip makanan cepat
saji akan lenyap.
4.Berteman Dengan Mereka Yang Mencintai
Makanan Sehat
Ada baiknya Anda juga semakin mendekat ke mereka yang menyukai makanan dan gaya hidup sehat. Pengaruh-pengaruh positif dari mereka tentunya juga akan masuk ke diri Anda dan membuat Anda semakin termotivasi untuk menerapkan kebiasaan sehat.
Ada baiknya Anda juga semakin mendekat ke mereka yang menyukai makanan dan gaya hidup sehat. Pengaruh-pengaruh positif dari mereka tentunya juga akan masuk ke diri Anda dan membuat Anda semakin termotivasi untuk menerapkan kebiasaan sehat.
5.Belajar Memasak Dan Mencintai Memasak
Utamakan memasak makanan-makanan yang sehat. Untuk itu, tak ada salahnya Anda sedikit mengetahui ilmu soal gizi dan kesehatan agar bisa memasak makanan yang sehat.
Utamakan memasak makanan-makanan yang sehat. Untuk itu, tak ada salahnya Anda sedikit mengetahui ilmu soal gizi dan kesehatan agar bisa memasak makanan yang sehat.
6.Rencanakanlah Menu Makan Anda
Orang memilih untuk mengkonsumsi fast food bedasarkan beberapa alasan. Alsan yang pertama karena mereka tidak punya waktu untuk ke toko sayur sehingga mereka lebih memilih untuk membeli makanan cepat saji. Sebagian yang lain karena mereka telah kecanduan fast food sehingga mereka malas untuk mengkonsumsi makanan jenis lain.
Orang memilih untuk mengkonsumsi fast food bedasarkan beberapa alasan. Alsan yang pertama karena mereka tidak punya waktu untuk ke toko sayur sehingga mereka lebih memilih untuk membeli makanan cepat saji. Sebagian yang lain karena mereka telah kecanduan fast food sehingga mereka malas untuk mengkonsumsi makanan jenis lain.
Setelah mengetahui banyaknya dampak
berbahaya yang dapat menyerang tubuh karena terlalu sering mengkonsumsi makanan
cepat saji seperti yang telah dipaparkan di atas, yakin masih ingin
memakannya terus-menerus?
Segala
sesuatu jika dikonsumsi berlebih akan kurang baik bagi kesehatan. Demikian pula
makanan cepat saji, selama dalam batas normal, risiko untuk kesehatan masih
bisa ditoleransi. Namun jika Anda sudah memiliki kondisi kesehatan yang buruk,
sebisa mungkin hindari konsumsi makanan cepat saji.
Sitti
Ainun Rohim (1911213014)
Prodi
Ilmu Kesehatan Masyarakat (A1)
Mata
Kuliah : Komunikasi Kesehatan
Dosen
Pengampu : Emy Leonita, S.KM, MPH
Fakultas
Kesehatan Masyarakat
Universitas
Andalas


