Rabu, 27 November 2019


Makanan cepat saji (fast food ) adalah makanan yang disiapkan segera dalam waktu cepat, mudah disajikan, praktis, diolah dengan cara sederhana, dan layanan cepat sehingga siap disantap segera. Ada banyak istilah makanan cepat saji, seperti makanan fast food, junk food atau makanan siap saji. Konotasi orang jika kita menyebutkan makanan cepat saji adalah makanan yang umumnya diproduksi dengan teknologi tinggi.

Oleh karenanya, pola yang ditawarkan oleh restoran makanan cepat saji adalah pola makan orang-orang Barat. Maka, makanan cepat saji identik dengan makanan ala Barat seperti burger, hotdog, fried chicken, milk shake, dan lain sebagainya.

Sudah menjadi hal yang wajar jika remaja masa kini lebih memilih Fast food sebagai menu favorit harian mereka.Alasan remaja lebih memilih menu fast food selain karena mudah ditemukan dan cepat saji,fast food juga dianggap sebagai makanan ‘kekinian’ yang dianggap dapat meningkatkan gengsi mereka.Apalagi di era seperti sekarang, dengan selfi bersama menu fast food yang lagi viral, remaja merasa bangga memamerkan makanannya di sosial media dan berharap mendapatkan like dan komentar yang banyak.
 

Fast food berbahaya terhadap kesehatan karena beberapa kandungan yang terdapat di dalamnya seperti misalnya sodium dan lemak jenuh. Ketahui beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh fast food yang terlalu sering dikonsumsi

Bahaya makanan siap saji bagi tubuh, antara lain:
1.Menambah Berat Badan
Makanan siap saji mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, maka jenis makanan ini dapat cepat menambah berat badan. Orang yang terlalu sering mengonsumsi makanan siap saji sangat rentan mengalami obesitas

2.Menyebabkan Kerusakan Gigi
Makanan siap saji biasanya akan dihidangkan bersama minuman bersoda atau minuman manis yang tinggi akan kandungan karbohidrat dan gula. Ketika minuman ini dikonsumsi, bakteri yang berada di mulut Anda akan menghasilkan asam. Asam ini dapat menghancurkan lapisan pelindung (enamel) gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang.

3.Meningkatkan Risiko Terjadinya Gangguan Pernapasan
Sebuah penelitian mengatakan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji setidaknya tiga kali seminggu akan berisiko terkena obesitas dan peningkatan kekambuhan gejala asma. Sedangkan untuk orang dewasa, obesitas yang mengintai dapat mengarah pada sesak napas, mengi, serta sleepapnea

4.Memperbesar Risiko Munculnya Kanker
Berbagai riset kesehatan menemukan fakta bahwa pola makan tidak sehat dan kurang olahraga turut berkontribusi dalam meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Pola makan yang dimaksud adalah pola makan tinggi kalori dan lemak serta rendah serat, termasuk makanan siap saji.

5.Gangguan Pencernaan
Minimnya serat dalam makanan cepat saji dapat menimbulkan konstipasi alias susah buang air besar. Selain minim serat, banyaknya sodium (garam) yang dikandung juga bisa menyebabkan perut kembung dan terasa begah. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat garam memiliki kemampuan menahan air.

6.Masalah Pada Otak
Makanan cepat saji tidak hanya identik dengan kolesterol dan gula yang tinggi, namun juga kaya akan zat pengawet tambahan. Kandungan zat aditif berbahaya ini bisa menimbulkan masalah memori dan gangguan belajar. Penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori, berkaitan dengan peningkatan risiko terkena demensia

Bagaimana Cara Mengurangi Efek Buruk Makanan Cepat Saji?
Beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengurangi konsumsi makanan cepat saji dengan tetap memelihara kesehatan:
1.Buat Menu Sehat
Ketika perut lapar, kita pastinya ingin segera mengisi perut dengan makanan, tak terkecuali makanan cepat saji. Karenanya, biasakan untuk membuat menu makanan sehat yang dapat melengkapi kecukupan nutrisi Anda, sehingga tak perlu lagi menyantap makanan cepat saji saat lapar. Tambahkan menu mkananan tersebut dengan buah dan sayur, agar kebutuhan serat juga bisa tercukupi.

2.Kurangi Porsi
Makin banyak Anda konsumsi makanan cepat saji, maka makin banyak karbohidrat, lemak, gula, dan garam yang Anda konsumsi.

3.Banyak Minum Air Putih
Ubah minuman Anda dari minuman berkarbonasi menjadi jus buah murni, susu rendah lemak, atau air mineral. Saat tubuh mulai lapar, atau menjelang lapar,minum air putih akan mengurangi rasa lapar sehingga dorongan untuk mencicip makanan cepat saji akan lenyap.

4.Berteman Dengan Mereka Yang Mencintai Makanan Sehat
Ada baiknya Anda juga semakin mendekat ke mereka yang menyukai makanan dan gaya hidup sehat. Pengaruh-pengaruh positif dari mereka tentunya juga akan masuk ke diri Anda dan membuat Anda semakin termotivasi untuk menerapkan kebiasaan sehat.

5.Belajar Memasak Dan Mencintai Memasak
Utamakan memasak makanan-makanan yang sehat. Untuk itu, tak ada salahnya Anda sedikit mengetahui ilmu soal gizi dan kesehatan agar bisa memasak makanan yang sehat.

6.Rencanakanlah Menu Makan Anda
Orang memilih untuk mengkonsumsi
fast food bedasarkan beberapa alasan. Alsan yang pertama karena mereka tidak punya waktu untuk ke toko sayur sehingga mereka lebih memilih untuk membeli makanan cepat saji. Sebagian yang lain karena mereka telah kecanduan fast food sehingga mereka malas untuk mengkonsumsi makanan jenis lain.


Setelah mengetahui banyaknya dampak berbahaya yang dapat menyerang tubuh karena terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji seperti yang telah dipaparkan di atas, yakin masih ingin memakannya terus-menerus?

Segala sesuatu jika dikonsumsi berlebih akan kurang baik bagi kesehatan. Demikian pula makanan cepat saji, selama dalam batas normal, risiko untuk kesehatan masih bisa ditoleransi. Namun jika Anda sudah memiliki kondisi kesehatan yang buruk, sebisa mungkin hindari konsumsi makanan cepat saji.

Sitti Ainun Rohim (1911213014)
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat (A1)
Mata Kuliah : Komunikasi Kesehatan 
Dosen Pengampu : Emy Leonita, S.KM, MPH
Fakultas Kesehatan Masyarakat 
Universitas Andalas

BTemplates.com

Popular Posts